Raker MAN 2 Pasuruan, Kemenag: Mengajar Bukan Rutinitas, Tapi Amanah Memandaikan Siswa

gayuh
3 Min Read

Raker MAN 2 Pasuruan, Kemenag: Mengajar Bukan Rutinitas, Tapi Amanah Memandaikan Siswa

gayuh
3 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com — MAN 2 Pasuruan menggelar Rapat Kerja Sinkronisasi Program Inovasi bersama Komite Madrasah yang diikuti jajaran pimpinan madrasah, pengawas, komite, serta seluruh guru di Gedung Workshop SMKN 1 Wonorejo, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Achmad Shampton, S.HI, M.Ag, sekaligus memberikan pengarahan.

Dalam arahannya, Achmad Shampton menegaskan bahwa tugas pendidik di madrasah tidak boleh dipahami sebatas rutinitas administratif, melainkan sebagai amanah besar untuk mencerdaskan dan memandaikan siswa.

“Mengajar itu bukan sekadar rutinitas. Kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah benar ingin memandaikan anak, atau hanya menjalankan tugas untuk menggugurkan kewajiban,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar program kerja madrasah disusun secara realistis dan berorientasi pada kualitas, bukan sekadar banyaknya agenda yang sulit dipertanggungjawabkan.

“Jangan membuat program kerja yang muluk-muluk. Lakukan apa yang bisa dikerjakan dengan baik, berkualitas, dan bermakna,” tegasnya.

Gus Shampton, sapaan akrabnya juga menilai dunia pesantren sebagai role model pembelajaran yang utuh. Oleh karena itu, madrasah yang berada di lingkungan pesantren harus mampu menjadikan kondisi tersebut sebagai kekuatan utama dalam mencetak prestasi siswa.

Menurutnya, MAN 2 Pasuruan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Yasini memiliki keunggulan strategis yang harus dimaksimalkan, khususnya dalam bidang keagamaan dan akademik berbasis kitab.

“Madrasah harus tampil lebih keren. Siswa MAN 2 Pasuruan harus unggul dalam agama dan akademik, terutama penguasaan kitab,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa madrasah harus memiliki pemahaman keagamaan yang lebih kuat dibandingkan lembaga pendidikan umum. Penguatan akidah dinilai menjadi fondasi penting agar siswa mampu menyikapi perkembangan ilmu dan kehidupan secara bijak.

“Sentuh akidah siswa agar cakrawala ilmunya terbentuk dengan benar. Mari kita berpikir waras dalam mendidik,” ujarnya.

Sebagai target minimal, ia berharap siswa madrasah mampu menghafal Al-Qur’an serta memahami ilmu alat seperti nahwu dan shorof sebagai dasar penguasaan keilmuan Islam.

Rapat kerja tersebut dihadiri Kepala MAN 2 Pasuruan Dr. Irham Zuhdi, S.Pd, M.Pd, pengawas madrasah, Ketua Komite, Kepala Tata Usaha, para wakil kepala madrasah, serta seluruh guru MAN 2 Pasuruan. Kegiatan ini menjadi forum sinkronisasi program sekaligus penguatan visi pendidikan madrasah ke depan. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×