PASURUAN, DIALOGMASA.com — Lembaga Pengembangan Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pasuruan mencatat keberhasilan dalam program padi probiotik yang dipanen pekan lalu. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara LPPNU Kabupaten Pasuruan, Koperasi Daulat Pangan Sejahtera, dan DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
Panen tersebut menggunakan pola tanam semi organik yang menghasilkan padi organik bebas residu kimia. Keberhasilan ini menjadi pijakan LPPNU untuk melanjutkan program pengembangan pertanian lainnya. Terdekat mereka hendak menanam padi di lahan rawa dan tanah tidur di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Anggota LPPNU Kabupaten Pasuruan, Supaat, menyampaikan bahwa program selanjutnya akan difokuskan pada penanaman padi di lahan rawa, khususnya di wilayah Rejoso yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Alhamdulillah panen padi probiotik berjalan sukses. Pola tanam yang kami terapkan semi organik, dan di akhir panen hasilnya menjadi organik bebas residu kimia,” ujar Supaat, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, penanaman padi di lahan rawa memungkinkan dilakukan dengan penggunaan varietas khusus.
“Penanaman di tanah rawa bisa dilakukan dengan varietas padi rawa. Memang di Jawa belum umum, biasanya diterapkan di Kalimantan, namun kami memiliki metodenya,” jelasnya.
Di Kabupaten Pasuruan, terdapat sejumlah wilayah dengan kondisi lahan tergenang air sepanjang tahun, di antaranya Kecamatan Rejoso, Bangil, dan Beji. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pertanian produktif.
Menurut Supaat, program pemanfaatan lahan rawa dan tanah tidur ini merupakan bagian dari upaya LPPNU dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Tujuan utama kami adalah memaksimalkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tidak produktif agar bisa menghasilkan,” katanya.
Ia juga menyinggung minimnya optimalisasi lahan tidur di sektor pertanian selama ini.
“Selama ini belum ada upaya maksimal dari pemerintah, khususnya dinas pertanian, dalam memanfaatkan lahan tidur. LPPNU ingin hadir dan mengambil peran tersebut,” tegas Supaat.
Selain mengembangkan padi di lahan rawa, LPPNU Kabupaten Pasuruan juga merancang pemanfaatan lahan kering melalui budidaya tanaman sorgum sebagai alternatif pangan.
Program ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan lahan tidur dan lahan marginal di Kabupaten Pasuruan. (AL/WD)

