Khawatir Nasib Persekabpas di Masa Mendatang, Sakeramania Curhat ke Gedung Dewan

Diary Warda
2 Min Read

Khawatir Nasib Persekabpas di Masa Mendatang, Sakeramania Curhat ke Gedung Dewan

Diary Warda
2 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com – Sakeramania datang ke gedung dewan untuk curhat masa depan persekabpas kepada wakil mereka di legislatif, tentang kepemilikan saham dan pembiayaan team, Rabu (11/2/26).

Ketua Supporter Sakeramania Rosul menegaskan, kedatangan mereka murni untuk memastikan Persekabpas tetap eksis di Pasuruan dan tidak berpindah domisili maupun berganti nama.

“Kami hanya ingin Persekabpas tetap di Pasuruan. Jangan sampai pindah atau berubah nama. Mari duduk bersama mencari solusi,” tegas Rosul.

Ia mengakui, Ketua Askab PSSI Kabupaten Pasuruan Udik Djanuantoro dan Manajer Persekabpas Gaung Andaka telah melakukan sejumlah upaya. Namun menurutnya, kondisi yang ada saat ini belum sepenuhnya menenangkan hati para suporter.

Rosul juga menyinggung persoalan beban finansial klub yang hampir setiap tahun menjadi masalah. Ia berharap, siapa pun yang nantinya mengelola Persekabpas tidak lagi dibayangi utang berkepanjangan.

Di sisi lain, Manajer Persekabpas Gaung Andaka menjelaskan bahwa pembentukan PT Persekabpas merupakan tuntutan regulasi PSSI agar klub dapat berlaga di Liga Nusantara (Liga 3) musim 2024/2025.

Tanpa badan hukum berbentuk perseroan terbatas, klub terancam sanksi berat berupa denda Rp 500 juta hingga degradasi ke Liga 4.

Gaung mengungkapkan, proses mencari figur manajer saat itu bukan hal mudah. Ia bahkan telah menawarkan posisi tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk kalangan legislatif dan pengusaha daerah.

“Persekabpas tidak akan dijual. Kepemilikan mayoritas harus tetap di Pasuruan. Ini komitmen kami agar nama dan domisili klub tidak berubah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat yang memfasilitasi audiensi menyadari kompleksitas pengelolaan klub sepak bola profesional. Ia mencontohkan, penyelenggaraan Piala Bupati saja membutuhkan anggaran besar.

“DPRD hanya memfasilitasi agar suporter dan manajemen punya visi yang sama, yakni membawa Persekabpas naik ke Liga 2. Soal dukungan pemda, harus dicari skema yang sesuai aturan. Tidak bisa lagi seperti pola hibah dulu,” ujar Samsul. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×