Ratusan Kios Kosong, Retribusi Pasar Pasuruan Dua Tahun Tak Capai Target

Diary Warda
2 Min Read

Ratusan Kios Kosong, Retribusi Pasar Pasuruan Dua Tahun Tak Capai Target

Diary Warda
2 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com – Aktivitas pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan yang kian meredup mulai memberi dampak nyata terhadap penerimaan daerah. Banyaknya kios yang tidak lagi beroperasi membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar dalam dua tahun terakhir gagal menembus target penuh.

Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan menunjukkan, pada 2024 target PAD pasar tradisional ditetapkan sebesar Rp 5,73 miliar. Namun realisasi yang tercapai hanya Rp 5,23 miliar atau 91,37 persen. Kondisi serupa terjadi pada 2025, bahkan persentasenya menurun menjadi 90,37 persen dengan capaian sekitar Rp 5,22 miliar dari target Rp 5,78 miliar.

Situasi paling terlihat di Pasar Bangil. Di pasar induk tersebut, sekitar 400 kios tercatat dalam kondisi kosong dan tidak lagi ditempati pedagang. Kios-kios yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas ekonomi kini tertutup dan tak berpenghuni.

Kepala UPT Pasar Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Iwan Wahyudi, tak menampik jika banyaknya kios kosong menjadi batu sandungan utama dalam penarikan retribusi. Saat kios tidak beroperasi, otomatis aliran retribusi harian maupun bulanan terhenti.

“Kendalanya memang pada banyaknya kios yang kosong. Ini yang membuat capaian PAD retribusi kita sulit menyentuh angka maksimal,” ungkap Iwan.

Ia menjelaskan, banyak pedagang meninggalkan kios karena usaha mereka kian sulit bersaing. Penurunan omzet membuat sebagian penyewa memilih menghentikan aktivitas dagang. Dampaknya, potensi penerimaan dari 15 pasar tradisional yang dikelola ikut menyusut.

“Banyak yang berhenti dagang karena sepi, akhirnya kiosnya ditinggal begitu saja. Inilah yang menyebabkan tren penurunan kontribusi pasar terhadap PAD daerah dalam dua tahun ini,” imbuhnya.

Saat ini, Diskoperindag tengah merumuskan sejumlah langkah untuk menghidupkan kembali kios-kios yang terbengkalai. Opsi yang dipertimbangkan antara lain penataan ulang pasar serta pemberian kemudahan bagi calon pedagang baru agar mau mengisi kios kosong. Jika kondisi ini berlarut, pasar tradisional dikhawatirkan semakin kehilangan daya tarik dan target PAD pada tahun-tahun mendatang akan semakin berat dicapai. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×