ARTIKEL, DIALOGMASA.com – Perputaran uang di masa lebaran 1447 Hijriyah diprediksi mencari Rp190 triliun mendatangkan kesempatan emas bagi pelaku UMKM.
Perputaran uang periode 2025 mencapai Rp137 triliun. Nilai tersebut tentunya memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Peluang UMKM Selama Mudik Lebaran 2026
Pada tahun ini, jumlah pemudik mengalami penurunan menjadi Rp144 juta, namun perputaran uang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan data dari Bank Indonesia yang menyediakan uang cash untuk tahun ini mencapai Rp180,9 triliun.
Dari total pemudik, sekitar 68,9 persen perjalanan paling banyak di Pulau Jawa dengan volume 99 juta pergerakan.
Potensi jutaan calon konsumen di berbagai titik pergerakan. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM agar penjualan semakin meningkat.
Momentum Ramadhan juga menjadi periode penting untuk perputaran ekonomi nasional melalui penyaluran THR untuk ASN, TNI, dan POLRI.
Kebijakan ini menggunakan kebijakan dengan total anggaran Rp55 triliun. Adanya tambahan daya beli akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat baik di sektor perdagangan, pariwisata lokal, hingga transportasi.
Ada Peran Besar APBN Di Balik Mudik Lebaran
Menjelang Idul Fitri, jutaan orang bergerak dari kota menuju kampung halaman. Jalan tol dipadati kendaraan, begitu juga dengan bandara, stasiun, terminal akan penuh sesak, sedangkan desa-desa kembali kedatangan para perantau.
Banyak yang melihat mudik sebagai tradisi yang sarat makna emosional, namun juga ada peran negara yang sering tak terlihat secara tidak langsung.
Dilansir dari kemenkeu.go.id, pemerintah berupaya menjaga agar harga pangan tetap terkendali. Salah satu instrumen penting yakni penguatan cadangan pangan nasional melalui Perum Bulog.
Pemerintah telah merealisasikan kepada Bulog Rp22,7 triliun yang bersumber dari APBN yang mendukung pengadaan stok pangan nasional.
Pemerintah juga memberikan insentif transportasi untuk mendukung mobilitas selama periode mudik. Diskon transportasi telah disiapkan sebesar Rp911 miliar untuk berbagai moda transportasi.
Momentum mudik lebaran menjadi waktu yang tepat bagi desa untuk menerima kunjungan wisatawan, terutama untuk pemudik yang menikmati wisata bersama keluarga.
Melalui Dana Desa, pemerintah desa bisa membangun fasilitas pendukung, seperti fasilitas umum, akse jalan hingga penguatan kapasitas pelaku UMKM lokal. (DH/WD)

