Thailand Tekan Limbah Plastik dengan Inovasi Packaging Daun Pisang, Bagaimana dengan Indonesia?

Diary Warda
3 Min Read

Thailand Tekan Limbah Plastik dengan Inovasi Packaging Daun Pisang, Bagaimana dengan Indonesia?

Diary Warda
3 Min Read

DIALOGMASA.com – Sejumlah supermarket di Thailand mulai mengganti kemasan plastik dengan daun pisang sebagai upaya menekan limbah plastik. Inovasi ramah lingkungan ini pertama kali dipopulerkan oleh Supermarket Rimping di Chiang Mai dan kini mulai menarik perhatian publik di berbagai negara.

Inovasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar foto sayuran yang dibungkus daun pisang di rak supermarket modern. Cara ini dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan.

Daun pisang digunakan untuk mengemas berbagai produk segar seperti buah, sayur, hingga makanan siap saji. Selain mudah didapatkan di wilayah tropis, daun pisang juga dinilai fleksibel dan mampu menjaga kesegaran makanan. Kemasan alami ini juga mudah terurai sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Meski terlihat sederhana, penggunaan daun pisang justru memberi kesan tradisional yang unik saat dipajang di rak supermarket modern. Inovasi ini pun mendapat banyak pujian dari masyarakat karena dianggap sebagai solusi kreatif untuk mengurangi ketergantungan pada kemasan plastik.

Langkah tersebut kemudian mulai ditiru oleh beberapa ritel di kawasan Asia, seperti Lotte Mart di Ho Chi Minh City, Saigon Co.op, serta Big C di Hanoi. Bahkan, daun pisang tidak hanya digunakan untuk membungkus sayur dan buah, tetapi juga untuk produk makanan lain seperti daging segar.

Pemerintah Thailand sendiri juga terus mendorong kebijakan pengurangan plastik sekali pakai. Beberapa pusat perbelanjaan diminta mengganti kantong plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya Big C yang menyediakan kantong biodegradable berbahan tepung jagung.

Sementara itu di Indonesia, upaya pengendalian sampah plastik juga terus dilakukan. Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Sekretariat Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP) baru saja menggelar Steering Board Meeting ke-8 di Jakarta pada Februari 2026.

Mengutip WRI Indonesia, pertemuan tersebut membahas berbagai capaian dan strategi dalam penanganan polusi plastik di Indonesia melalui pendekatan multipihak. Salah satu fokus NPAP adalah penguatan data dan informasi pengelolaan sampah plastik berbasis siklus hidup penuh (full life cycle).

Selain itu, forum tersebut juga membahas penguatan posisi Indonesia dalam perundingan global terkait pengendalian polusi plastik.

Langkah inovatif yang dilakukan supermarket di Thailand menunjukkan bahwa upaya mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengurangan limbah plastik memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. (IF/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×