PASURUAN, DIALOGMASA.com – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Laut Jawa, khususnya di wilayah pesisir Pasuruan, berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan. Ratusan nelayan di Kota Pasuruan terpaksa menghentikan kegiatan melaut demi keselamatan.
Larangan melaut tersebut menyusul adanya edaran dari Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo terkait keselamatan dan keamanan pelayaran di tengah kondisi cuaca buruk.
Untuk memanfaatkan waktu selama tidak melaut, para awak kapal ikan memilih melakukan aktivitas perawatan, seperti memperbaiki jala yang rusak akibat terkena karang serta melakukan perbaikan ringan pada kapal.
Rahmat, salah satu awak kapal, mengatakan bahwa sejak sekitar sepekan terakhir para nelayan tidak diperbolehkan melaut karena cuaca ekstrem yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Saat ini, mereka fokus memperbaiki peralatan tangkap yang rusak.
“Sudah sekitar seminggu ini tidak melaut. Sekarang kami perbaiki jala yang robek, ada juga teman-teman yang memperbaiki mesin kapal,” ujar Rahmat, Sabtu (17/1).
Hal senada disampaikan Ilham, nelayan lainnya asal Kota Pasuruan. Ia menyebut para nelayan masih menunggu kondisi laut kembali normal, terutama bagi kapal-kapal kecil yang sangat berisiko jika tetap melaut.
“Kami menunggu informasi resmi dari Syahbandar. Untuk kapal kecil sangat berbahaya jika memaksakan diri melaut dalam kondisi seperti ini,” ungkapnya.
Hingga saat ini, ratusan nelayan di Kota Pasuruan masih menunggu pemberitahuan lanjutan dari KSOP Kelas IV Probolinggo, dengan harapan cuaca segera membaik sehingga aktivitas melaut dapat kembali dilakukan dengan aman. (Al/Wj)

