JAKARTA, DIALOGMASA.com – Massa Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi solidaritas terhadap Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), di jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2025).
Mereka membentangkan 2 Spanduk Besar. Spanduk pertama bertuliskan “Solidaritas untuk Venezuela, Dunia Harus Hentikan Agresi Amerika Serikat (AS). Adapun di spanduk kedua tertulis “Agresi Militer ke Venezuela, Bukti Amerika Serikat (AS) adalah Induk Terorisme”.
Dalam orasinya di atas mobil komando, Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menyebut peristiwa yang terjadi di Venezulea tidak berdiri sendiri. Ia satu rangkaian penindasan yang sama seperti yang dialami Palestina. Sama-sama ditindas imperialisme.
“80% senjata yang digunakan oleh Israel menggenosida rakyat Palestina datang dari Amerika Serikat. Di saat yang sama AS membutuhkan sumber daya minyak untuk menopang ekonominya. Karena itu tanpa malu Trump mengungkap motif ia menyerbu Caracas dan menculik Presiden Nicolas Maduro dan Istri adalah untuk menguasai Minyak Venezuela yang merupakan cadangan minyak terbesar di dunia,” jelas Furqan.
“Sementara itu Maduro sendiri dan rakyat Venezuela adalah pendukung setia perjuangan Palestina selama ini,” tambah Furqan.
Lebih lanjut Furqan menyebut agresi Amerika Serikat ke Venezuela adalah bukti telanjang dari brutalitas kebijakan imperialisme AS yang ingin menundukkan sebuah negara dan menjarah sumber dayanya.
“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa ditemukan di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, Yaman dan Palestina. AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca perang dunia kedua. AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945,” jelas Furqan.
Furqan menyerukan agar front anti imperialisme harus diperkuat di semua tingkatan, baik di Nasional, regional maupun internasional.
“Solidaritas bangsa-bangsa yang pernah dijajah dan ditindas harus dibangun! Solidaritas selatan-selatan harus dibangun! Solidaritas Asia, Afrika dan Amerika Latin harus dibangun! Indonesia punya modal sejarah karena pernah mempeloporinya tahun 1955,” tegas Furqan.
Menurut Furqan, aksi yang juga dilakukan FPN serentak hari ini di Bandung, Makassar, Solo, Kendari, Tarakan, Majene, dan berbagai kota lainnya di seluruh Indonesia adalah mata rantai perlawanan yang sama dengan perjuangan kaum buruh, kaum tani, mahasiswa dan pelajar yang ikut bersolidaritas untuk Venezuela di depan kedubes AS. (Reales)

