PASURUAN (dialogmasa.com) – Calon Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron, S.H., menghadiri pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin (21/10) malam kemarin, di Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol.
Mantan Wakil Bupati Pasuruan tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 dan langsung disambut oleh para panitia, ibu-ibu Muslimat, yang sudah lama menunggu.
Dalam sambutannya, KH Abdul Mujib Imron mengajak seluruh Muslimat NU Desa Jeruk Purut untuk datang berduyun-duyun ke TPS menggunakan hak suaranya.
“Mohon doanya dan dukungannya. Semoga pencalonan pasangan Gus Mujib – Ning Wardah (MUDAH) dalam Pilkada Pasuruan dimudahkan,” kata Gus Mujib.

Dia mengaku siap mempersatukan kepentingan umat jika nantinya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati bersama Ning Wardah.
“Insyaallah, kami sudah siapkan solusi atas permasalahan yang terjadi di Pasuruan dan belum terselesaikan. Kami telah menyiapkan 24 program prioritas,” sambungnya.
Gus Mujib menyebut, jika terpilih, ia tidak hanya akan membuat abdi negara semakin sejahtera, tapi juga bagaimana membuat mereka mau mengabdi dan bekerja.
“Apapun yang menjadi kepentingan umat akan kami prioritaskan. Insyaallah, saya dan Ning Wardah mohon doa restunya,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Gus Mujib memang tidak banyak menyinggung program prioritas yang diusung pasangan MUDAH dalam Pilkada Pasuruan.
“Tapi kami berkomitmen membuat Pasuruan menjadi serba mudah dalam segala urusannya. Kami siap menjadikan Pasuruan lebih ramah dan maslahat,” pungkasnya.
Kades Jeruk Purut, Slamet, menyampaikan bahwa pengajian umum ini bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. “Tujuan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk mempersatukan umat. Kalau kita bersatu, semua persoalan baik di tingkat dusun atau desa akan terselesaikan,” tuturnya.
Kades Jeruk Purut juga menyerukan kekompakan antar masyarakat dalam membangun desa ini. “Ayo kompak membangun Desa Jeruk Purut agar lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.
H. Slamet mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Desa Jeruk, untuk derek kiai. “Insyaallah, dengan derek kiai, kita akan mendapat barokah ilmu yang diajarkan. Lewat ikhtiar pengabdian, kita bisa mempersatukan masyarakat,” tutupnya. (Abi/WJ)

