PASURUAN, DIALOGMASA.com — Ratusan jamaah menghadiri Haflah Akhirussanah dan penutupan ngaji rutin Kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Modern Nurush Shobah, Dusun Banggle, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang menjadi penutup pengajian rutin menjelang bulan suci Ramadhan ini diisi tausiyah oleh Syeikh Ashim dari Al Azhar, Kairo, Mesir.
Acara turut dihadiri Dr. KH. Moh. Najib Syafi’i, KH. Yazid Bustomi (Kraton), KH. Abd. Ghofur (Rembang), Ketua Tanfidziyah PRNU Gununggangsir, Pengurus Majelis Ta’lim ‘Ulumuddin (Mata’ul) Desa Gununggangsir, Kepala Desa Gununggangsir, serta ratusan jamaah ngaji rutin Nurush Shobah.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Majelis Ta’lim ‘Ulumuddin (Mata’ul), Ust. Achmad Wahyudi, S.HI, dan diawali dengan pembacaan Tahlil bil Ikhtishor.
Dalam tausiyahnya yang diterjemahkan oleh Dr. KH. Moh. Najib Syafi’i (Gus Najib), Syeikh Ashim menegaskan pentingnya mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan memperkuat ibadah dan memperbaiki akhlak.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Siapkan hati sebelum datangnya, agar ketika ia tiba kita sudah dalam keadaan siap beribadah,” ujar Syeikh Ashim.
Ia menjelaskan, pengajian rutin setiap Jumat malam yang ditutup menjelang Ramadhan menjadi momentum muhasabah dan penguatan niat dalam menjalani ibadah puasa.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan diri dari segala yang merusak pahala. Jaga lisan, jaga hati, dan jaga perbuatan,” katanya.
Syeikh Ashim juga menekankan pentingnya memperbanyak amalan sunnah selama Ramadhan, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, dan menghidupkan shalat berjamaah.
“Perbanyak membaca Al-Qur’an, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Jadikan Al-Qur’an sahabat harian kita,” tuturnya.
Ia turut mengingatkan agar umat Islam tetap mengutamakan shalat berjamaah, meskipun dilaksanakan di rumah.
“Utamakan shalat berjamaah, walaupun di rumah. Jangan tinggalkan ruh kebersamaan dalam ibadah,” pesannya.
Lebih lanjut, Syeikh Ashim mengajak jamaah untuk memperbanyak amal kebaikan dan menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya bagi jamaah ngaji rutin Nurush Shobah.
“Jadilah pribadi yang ringan tangan dalam membantu, mudah bersedekah, dan gemar berbuat baik kepada sesama,” ucapnya.
Ia menutup tausiyah dengan pesan agar umat Islam senantiasa memperbanyak rasa syukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan.
“Syukur akan menambah nikmat, dan sabar akan menguatkan hati dalam menghadapi ujian,” pungkasnya.
Haflah Akhirussanah ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengajian rutin Kitab Al-Hikam sekaligus momentum spiritual bagi jamaah dalam menyongsong bulan suci Ramadhan dengan semangat ibadah yang lebih kuat. (AL/WD)

