Kuatkan Pembelajaran Berbasis Cinta dan Deep Learning, MTs Darut Taqwa Gelar Workshop KBC dan Canva AI

Diary Warda
3 Min Read

Kuatkan Pembelajaran Berbasis Cinta dan Deep Learning, MTs Darut Taqwa Gelar Workshop KBC dan Canva AI

Diary Warda
3 Min Read

MOJOKERTO, DIALOGMASA.com — MTs Darut Taqwa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Pembelajaran Mendalam serta Optimalisasi Canva AI, di Hotel Newstart, Trawas, Mojokerto, Senin (29/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wakil kepala madrasah dan guru MTs Darut Taqwa, serta dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag, Kepala MTs Darut Taqwa Abdul Salam, M.Pd, dua narasumber nasional, serta fasilitator kegiatan.

Dalam arahannya, Achmad Shampton menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sejatinya bukan konsep baru, karena telah lama hidup dalam tradisi pesantren.

“Kurikulum berbasis cinta itu sejatinya sudah lama dipraktikkan di lingkungan pondok pesantren. Tinggal bagaimana guru mengekspresikan cinta itu dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa esensi deep learning bukan sekadar metode, melainkan pada kedalaman pemahaman peserta didik.

“Deep learning intinya adalah pemahaman atas apa yang dipahami, bukan sekadar mengejar nilai. Jangan terlalu mendewakan angka,” ujarnya.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menggali potensi setiap anak.
“Setiap anak memiliki potensi. Tugas guru adalah menggali dan mewadahi, bukan menyeragamkan,” kata Achmad.

Ia juga mengingatkan agar guru tidak pernah berhenti belajar.

“Minimal satu hal yang tidak boleh lepas dari seorang guru adalah tidak boleh bosan dan tidak boleh berhenti belajar,” pungkasnya.

Selain itu, Gus Shampton sapaan akrabnya menekankan pentingnya inklusivitas dan budaya pesantren dalam madrasah.

“Setiap madrasah harus mampu mengakses anak-anak berkebutuhan khusus. Pendidikan itu proses, bukan capaian final.”

“Jangan sampai budaya pesantren ditinggalkan, karena marwah pesantren harus tetap dominan di madrasah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs Darut Taqwa, Abdul Salam, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari ikhtiar peningkatan kualitas guru dalam menjalankan amanah pendidikan.

“Kegiatan ini untuk menambah ilmu kita dalam mengemban amanah sebagai tenaga pendidik demi kemajuan dan kemaslahatan pendidikan peserta didik,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori, “Ilmu yang didapat dari workshop ini harus mampu diimplementasikan dalam proses pembelajaran, agar transfer ilmu kepada anak didik berjalan dengan baik,” katanya.

Terkait Kurikulum Berbasis Cinta, Abdul Salam menegaskan bahwa cinta harus menjadi ruh dalam pendidikan.

“Kurikulum Berbasis Cinta tidak lepas dari landasan cinta dalam segala hal, termasuk cinta dalam menyampaikan materi kepada peserta didik dan lingkungan,” jelasnya.

Workshop yang dipandu oleh fasilitator Luluk Isnawati, S.Ag., M.Pd.I. ini menghadirkan dua narasumber, Fitrotus Subkhaniyah, M.Pd dan Yatna Supriatna, S.Pd., M.Pd, yang memaparkan implementasi pembelajaran mendalam serta optimalisasi pemanfaatan Canva AI sebagai media kreatif pendukung proses belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini, MTs Darut Taqwa berharap mampu melahirkan proses pembelajaran yang lebih humanis, mendalam, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan serta potensi peserta didik, tanpa meninggalkan nilai-nilai khas pesantren. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×