Melintasi Arus Digital, Wiki Kelana Budaya 2025 Abadikan Seni Pertunjukan Pulau Jawa-Bali melalui Platform Wikimedia

gayuh
4 Min Read

Melintasi Arus Digital, Wiki Kelana Budaya 2025 Abadikan Seni Pertunjukan Pulau Jawa-Bali melalui Platform Wikimedia

gayuh
4 Min Read

MALANG, DIALOGMASA.com– Di tengah gempuran budaya populer, upaya membangkitkan kembali (revivalisme) identitas nasional kini merambah ruang digital. KlubWiki Universitas Brawijaya (UB) menginisiasi program Wiki Kelana Budaya 2025, sebuah langkah strategis untuk memastikan narasi seni pertunjukan Nusantara tetap lestari dalam bentuk pengetahuan terbuka.

Program yang didukung oleh Wikimedia Foundation ini berlangsung intensif sejak September hingga November 2025. Fokusnya mencakup pendokumentasian seni pertunjukan (di Yogyakarta, Bali, dan Malang), pelatihan penyuntingan Wikipedia, kompetisi artikel, Kopdar Wikimedia Commons dan WikiVoyage internal bersama anggota, hingga talkshow budaya dengan menghadirkan para praktisi dan pemerhati seni.

Merekam Jejak Budaya di Lapangan

Perjalanan dimulai dengan penjajakan budaya pada September hingga November 2025. Tim terjun langsung melakukan observasi terhadap berbagai seni pertunjukan tradisional. Di Yogyakarta, kolaborasi dibangun bersama Komunitas Seni Wayang Suket Indonesia untuk membedah filosofi wayang.

Perjalanan berlanjut ke Bali dengan menggandeng Sanggar Nritya Graha Siwanataraja serta mengunjungi Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma. Sementara di Malang, tim mendokumentasikan geliat seni lokal dalam berbagai ajang seperti FISIP Fest dan Kampung Budaya UB.

Hasil dari dokumentasi lapangan ini tidak hanya disimpan sebagai arsip pribadi, melainkan diolah menjadi:

• Foto berkualitas tinggi untuk Wikimedia Commons.
• Catatan mendalam mengenai konteks sejarah seni pertunjukan.
• Hasil diskusi bersama para praktisi dan seniman lokal.

Memperkuat Literasi Melalui WikiLatih dan Kompetisi

Bekerja sama dengan Komunitas Wikimedia Yogyakarta dan Wikimedia Denpasar, Wiki Kelana Budaya tidak hanya mendokumentasikan, tapi juga membangun ekosistem kontributor untuk memperkaya literasi seni pertunjukan di Wikipedia bahasa Indonesia. Melalui kegiatan WikiLatih Wikipedia Bahasa Indonesia di Yogyakarta (1 Oktober 2025) dan Bali (26 Oktober 2025), peserta dibekali kemampuan penyuntingan Wikipedia yang etis dan ensiklopedis.

Tak berhenti di situ, tim internal di Malang juga menggelar edit-a-thon pada platform Wikimedia Commons dan WikiVoyage untuk memperkaya artikel budaya. Puncaknya, digelar Kompetisi Penyuntingan Artikel Festival Mandala Kelana (12–20 November 2025) yang berhasil memperkaya artikel baru mengenai seni pertunjukan Nusantara yang dapat diakses oleh siapa saja di seluruh dunia.

Menatap Masa Depan Budaya di Era Digital

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sebuah talkshow bertajuk Festival Mandala Kelana digelar pada Sabtu (29/12/2025). Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber yakni Rachmat Wahidi (Wikimediawan & Ex-Project Director Wikimedia Indonesia 2022-2025), Yuliawan Kasmahidayat (Akademisi dan Ketua Dewan Pengurus Kajian Budaya Indonesia), dan Pradnya Larasari (Praktisi seni, Owner Sanggar Nritya Graha Siwanataraja dan Content Creator).

Ketiga narasumber sepakat bahwa tantangan pelestarian budaya saat ini bukan hanya soal menjaga fisik seni tersebut, melainkan bagaimana menyajikannya di ruang digital agar tetap relevan bagi generasi mendatang. Menanggapi hal tersebut, Wishnu Mahendra Wismayana, S.IP., M.Si. selaku Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya sekaligus Advisor Project Wiki Kelana Budaya 2025, menyoroti peran strategis generasi muda dalam gerakan ini. Ia menilai bahwa keterlibatan aktif generasi muda terkhusus mahasiswa dalam menjaga relevansi budaya lokal di tengah arus globalisasi digital.

“Generasi muda memiliki kemampuan untuk membawa budaya lokal ke dalam ekosistem pengetahuan bebas yang dapat diakses secara global. Maka pelestarian budaya tidak lagi bersifat lokal semata, melainkan menjadi bagian dari memori kolektif dunia,” jelasnya.

Selain itu, Ridho Yuanda Ramadhan selaku Project Leader Wiki Kelana Budaya, juga menegaskan bahwa selesainya program ini hanyalah sebuah awal. “Melalui gerakan ini, kami berharap seni pertunjukan Nusantara dapat terus dikenali dan dipelajari. Wiki Kelana Budaya hadir sebagai jembatan antara tradisi lokal dan percepatan digital,” pungkasnya.

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×