Menakar Peluang Industri Modest Fesyen di Indonesia, Bisa jadi Peluang atau Pasar Jenuh?

Diary Warda
2 Min Read

Menakar Peluang Industri Modest Fesyen di Indonesia, Bisa jadi Peluang atau Pasar Jenuh?

Diary Warda
2 Min Read

DIALOGMASA.COM – Pasar Alif Raya 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor fesyen muslim.

Berbagai brand lokal fesyen muslim, produk gaya hidup hingga komunitas kreatif berkolaborasi memadukan pameran produk, talkshow, hingga pertunjukan seni.

Melansir ekraf.go.id, brand lokal membutuhkan panggung dan melalui event Pasar Alif Raya 2026, masyarakat bisa melihat langsung kualitas dari produk kreatif di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga membuktikan bahwa produk lokal siap bersaing tidak hanya di pasar nasional, melainkan tingkat global.

Perkembangan busana muslim di Indonesia menunjukkan potensi besar. Potensi pertumbuhannya sebesar 18,2 per tahun. Terbukti pada gelaran Jakarta Muslim Fashion Week 2026, total transaksi sebesar Rp32,88 miliar.

Industri Modest Fashion jadi Motor Baru Ekonomi Syariah Indonesia

Seiring menguatnya identitas dan kesadaran konsumen Muslim, industri modest fashion menjadi motor baru ekonomi syariah di Indonesia.

Perkembangan modest fashion mencerminkan transformasi yang melampaui perubahan selera berpakaian.

Perkembangan industri busana muslim diawali dari tahun 2009 hingga 2010. Pada masa tersebut, modest fashion tak terlepas dari fenomena revolusi hijab.

Penggunaan hijab mengalami lonjakan tajam dan pergeseran makna sosial yang sebelumnya dianggap tak lazim, kini berubah menjadi simbol identitas.

Gelombang berikutnya terjadi pada masa saat Covid. Gangguan rantai pasok dan keterbatasan akses justru mendorong masyarakat lebih memilih produk lokal.

Industri fashion mampu menjadi katalis untuk pertumbuhan label modest fashion lokal yang dikombinasikan dengan kreativitas desain dan nilai budaya, lebih condong ke kedekatan dengan konsumen.

Dilansir dari ekraf.go.id, laporan State of Global Islamic Economy menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama. Hal ini menunjukkan potensi di Indonesia sangat kuat.

Melalui pondasi yang berakar pada budaya, agama, dan kebanggaan nasional. Trend modest fesyen bisa terus bertahan dalam jangka waktu lama dan menjadi salah satu kekuatan industri mode di Indonesia.

Banyak ruang promosi yang bisa dimanfaatkan brand lokal untuk memperluas pasang hingga meningkatkan daya saing. (DH/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×