Mengecam Serangan Militer AS-Israel terhadap Iran: Perserikatan Bangsa-Bangsa Harus Segera Mengaktifkan Mekanisme untuk Menghentikan Agresi

Diary Warda
3 Min Read

Mengecam Serangan Militer AS-Israel terhadap Iran: Perserikatan Bangsa-Bangsa Harus Segera Mengaktifkan Mekanisme untuk Menghentikan Agresi

Diary Warda
3 Min Read

MALANG, DIALOGMASA.com — Kami mengutuk keras serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran, yang merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam perdamaian regional, stabilitas global, dan hukum internasional.

Laporan mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Israel telah memulai operasi tempur besar-besaran yang menargetkan wilayah Iran, dengan ledakan dilaporkan di beberapa kota termasuk Teheran dan lokasi strategis lainnya.

Serangan tersebut menandai peningkatan ketegangan yang signifikan dan telah memicu respons militer balasan, meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Kami menekankan bahwa agresi militer terhadap negara berdaulat tanpa otorisasi hukum internasional yang jelas merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya larangan penggunaan kekuatan kecuali untuk membela diri atau dengan persetujuan Dewan Keamanan.

Pembenaran berdasarkan dugaan ancaman nuklir tidak dapat melegitimasi tindakan militer sepihak.

Sengketa internasional mengenai program nuklir harus diselesaikan melalui keterlibatan diplomatik dan mekanisme pemantauan internasional, bukan melalui peperangan yang berisiko menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang dahsyat.

Konsekuensi dari eskalasi ini meluas jauh melampaui Iran. Kawasan Timur Tengah berada di pusat jalur pasokan energi global dan keamanan geopolitik.

Konflik yang melibatkan Iran berisiko mengganggu koridor perdagangan maritim, mendestabilisasi negara-negara tetangga, dan memicu guncangan ekonomi di seluruh dunia.

Penutupan wilayah udara di beberapa negara dan tindakan darurat di kawasan tersebut telah menunjukkan keseriusan krisis ini.

Kami juga memperingatkan bahwa agresi semacam itu dapat memicu konfrontasi yang lebih luas yang melibatkan banyak aktor regional dan global, meningkatkan risiko konflik berkepanjangan dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak boleh tetap pasif.

Kami menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera:
● Menyelenggarakan sesi darurat Dewan Keamanan PBB
● Mengaktifkan mekanisme diplomasi dan pencegahan konflik berdasarkan Piagam PBB
● Menuntut penghentian permusuhan segera oleh semua pihak
● Mengerahkan upaya mediasi internasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut
● Menegakkan hukum internasional dan melindungi penduduk sipil dari konsekuensi perang

Kegagalan untuk bertindak tegas berisiko merusak kredibilitas sistem internasional dan menormalisasi agresi militer unilateral sebagai instrumen kebijakan yang dapat diterima.

Kami lebih lanjut menekankan bahwa stabilitas global tidak dapat dipertahankan melalui dominasi militer atau geopolitik yang memaksa. Perdamaian berkelanjutan membutuhkan diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan, dan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Dunia telah menyaksikan konsekuensi mengerikan dari konflik berkepanjangan di Asia Barat. Perang besar lainnya akan memperdalam penderitaan kemanusiaan, menggoyahkan perekonomian, dan membahayakan jutaan nyawa.

Kami mendesak komunitas internasional untuk bertindak segera guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan melindungi perdamaian global.

Perang tidak boleh menggantikan diplomasi. Agresi tidak boleh menggantikan hukum internasional.

Syed Abdullah Assegaf
Koordinator Iran Corner
FISIP UB

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×