PASURUAN, DIALOGMASA.com – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Bangil melalui Bidang Kesehatan menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkai dengan seminar kesehatan dalam rangka memperingati Hari Ibu, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai Atas Graha PCNU Bangil mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Mengusung tema “Sakinah Starts With Me: Merawat Jiwa Ibu sebagai Jantung Keluarga dan Organisasi, Seni Mengelola Lelah Menjadi Lillah Tanpa Mengabaikan Kesehatan Mental Diri Sendiri”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi kader perempuan Fatayat NU dalam menjalani peran ganda di keluarga dan organisasi.
Seminar kesehatan menghadirkan dr. Darmi Sapto Kurniawati, M.H.Kes., C.Ht., C.I. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesadaran ibu terhadap kesehatan mental, kemampuan mengelola kelelahan emosional, serta menjaga keseimbangan antara pengabdian, tanggung jawab sosial, dan perawatan diri. Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh moderator Sahabat Sinik Fatchurrochmah, S.ST., S.Kep., Ners.

Ketua PC Fatayat NU Bangil, Sahabat Arofah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ketahanan perempuan, bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, ibu memiliki peran sentral sebagai penopang keluarga sekaligus penggerak organisasi.
Sambutan senada disampaikan Wakil Ketua II PC Fatayat NU Bangil, Sahabat Izah. Sementara itu, Ketua Lembaga FORDAF PC Fatayat NU Bangil, Sahabat Evi, menyampaikan mauidhah hasanah tentang pentingnya memuliakan ibu, menjaga keikhlasan, serta meneguhkan peran perempuan dalam berkhidmah dengan penuh kesadaran dan ketulusan.
Rangkaian acara diawali dengan pra-acara berupa istighosah dan doa khotmil Qur’an, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, dan Mars Fatayat, sambutan-sambutan, mauidhah hasanah, serta seminar kesehatan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.
Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Bangil berharap para kader semakin memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, mampu mengelola lelah dengan bijak, serta tetap istiqamah berkhidmah dengan niat lillah tanpa mengabaikan kesejahteraan diri sendiri. (Rd/Wd)

