PASURUAN, DIALOGMASA.com – Para pedagang Pasar Baru Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang kiosnya terbakar pada Kamis (28/8) malam, hingga kini belum bisa beraktivitas normal. Area pasar masih dipasang garis polisi, sehingga sebagian pedagang terpaksa menumpang berjualan di lapak milik rekan mereka.
Koordinator pedagang, Muhamad Novianto (26), berharap garis polisi segera dibuka agar mereka bisa membersihkan puing dan kembali berdagang di tempat semula.
“Kami bersama para pedagang lain berharap garis polisi bisa segera dibuka agar tempat kami bisa dibersihkan dan dipakai berjualan lagi,” ujarnya saat ditemui di kantor Pasar Pandaan, Senin (1/9).
Meski Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyiapkan lokasi relokasi sementara, para pedagang sepakat menolak pindah. Mereka khawatir pendapatan menurun lantaran lokasi relokasi jauh dari pelanggan tetap.
“Alasan kami menolak relokasi sementara karena khawatir jauh dari pelanggan. Lebih baik tetap di tempat awal saja,” tegas Novianto.
Sementara itu, Pengelola Pasar Pandaan, Budi, membenarkan adanya penolakan relokasi oleh pedagang. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan.
“Relokasi sementara ini sebenarnya dimaksudkan agar pedagang bisa tetap berjualan, sekaligus mempermudah rencana perbaikan lapak dan kios yang terbakar kemarin,” jelasnya.
(abi/wj)

