PASURUAN, DIALOGMASA.com – Pemerintah Kota Pasuruan menggelar peringatan Hari Ibu ke-97 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (22/12).
Dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap peran perempuan. Mengangkat tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen terhadap pemberdayaan perempuan dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi, menegaskan bahwa Hari Ibu tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, peringatan ini merupakan momentum penting untuk mengingat dan menguatkan kontribusi strategis perempuan, khususnya para ibu, dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga bangsa.
“Hari ini adalah hari istimewa bagi seluruh ibu. Peran perempuan selalu hadir dan dibutuhkan. Kontribusinya nyata di berbagai bidang, mulai dari keluarga, pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pemerintahan,” ujar Mas Adi.
Ia juga mengungkapkan capaian positif Kota Pasuruan dalam upaya pembangunan dan pemberdayaan perempuan. Berdasarkan data yang ada, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Pasuruan terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Dengan capaian tersebut, Kota Pasuruan menempati posisi IPG tertinggi kedua di Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa kesenjangan pembangunan gender di Kota Pasuruan semakin menyempit,” jelasnya.
Mas Adi menilai, hasil tersebut menjadi bukti konkret bahwa kebijakan pengarusutamaan gender di Kota Pasuruan telah dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Dari sekitar 3.400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, sebanyak 1.900 ASN atau sekitar 56 persen merupakan perempuan, dan banyak di antaranya dipercaya menduduki posisi strategis.
“Fakta ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di Kota Pasuruan bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar diterapkan dalam kebijakan dan praktik pemerintahan,” tegasnya.
Meski demikian, Wali Kota menekankan bahwa peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat tentang peran perempuan tetap perlu diperkuat. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya memiliki peran di ranah domestik, tetapi juga berperan penting di ruang publik dan pembangunan.
“Perempuan adalah tiang negara. Kesetaraan peran antara perempuan dan laki-laki harus terus diperkuat agar tercipta sinergi yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Mas Adi juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh ibu dan perempuan di Kota Pasuruan atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan.
“Selamat Hari Ibu. Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa masyarakat yang berdaya. Mari terus berkolaborasi untuk melahirkan perempuan-perempuan yang semakin berdaya dan berkarya,” pungkasnya.
Dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ibu ke-97 ini, Pemerintah Kota Pasuruan turut menyerahkan sertifikat penghargaan kepada komunitas pengemudi ojek online perempuan sebagai bentuk apresiasi atas peran perempuan di sektor informal. Selain itu, sahabat disabilitas juga menyerahkan hasil karya kepada Wali Kota Pasuruan dan jajaran, sebagai simbol komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Adi Wibowo, menyampaikan bahwa ibu memiliki posisi sentral sebagai fondasi keluarga dan penentu kualitas generasi penerus bangsa. Melalui peran dan keteladanan seorang ibu, nilai-nilai karakter, moral, etika, dan kebangsaan ditanamkan sejak dini.
“Ibu adalah fondasi utama keluarga dan penentu kualitas generasi masa depan. Kualitas perempuan hari ini akan sangat menentukan wajah Indonesia ke depan. Karena itu, perempuan yang berdaya dan berkarya menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tuturnya. (AL/WD)

