BREAKING NEWS, DIALOGMASA.com – Ditengah huru hara soal stok BBM tersisa 23 hari lagi, ESDM menyorot ada kesalahpahaman atas informasi yang beredar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa stok BBM Nasional selama 21 – 23 hari adalah stok operasional yang dimiliki Indonesia.
Stok tersebut akan tetap diperbarui melalui produksi domestik dan pasokan impor. Jadi, bukan berarti setelah 23 hari BBM tersebut akan habis, melainkan tetap ada pembaruan stok meski di luar wilayah Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menganalogikan jika stok BBM sudah habis digunakan dalam 23 hari, maka BBM masih bisa diproduksi dari berbagai sumber, dan tidak hanya bergantung pada wilayah Timur Tengah saja.
“Analoginya seperti yang saya sampaikan. Kalau kita punya toren di rumah yang habis karena digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga akan dilakukan pengisian. Jadi, BBM masih bisa produksi stok dari beberapa negara alternatif di luar wilayah Timur Tengah yang masih bergejolak,” ujar Dwi Anggia, Senin (9/3/2026).
Lebih lanjut, Anggia mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak perlu panik soal stok BBM dan informasi 23 hari yang beredar. Sebab, pihaknya memastikan stok BBM Indonesia ada di atas standar nasional.
Ungkapan ini diperkuat oleh Sekretaris Pertamina, Arya Dwi Paramita yang mengklaim stok BBM dalam kondisi aman. Arya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Untuk masyarakat, tidak perlu panik. Semuanya sudah kami siapkan sebaik mungkin dan tidak ada SPBU kami (Pertamina) yang tidak melayani masyarakat. Kami terus berupaya untuk yang terbaik,” ujar Arya.
Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga kelancaran pasokan BBM. Koordinasi yang dilakukan tersebut dalam rangka penerapan skema pengelolaan rantai pasok melalui metode Regular, Alternative, dan Emergency guna menentukan jalur distribusi yang paling aman dan efektif.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM menginformasikan bahwa ada kapal Pertamina yang mengangkut minyak mentah sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz. Namun, pihaknya belum menyebut detail spesifikasi dan volume muatannya.
“Ada 2 kapal, 2 kargo. Tapi sudahlah, itu masih dalam negosiasi, ‘kok. Insya Allah sebentar lagi. Doain, ya, sebentar lagi selesai,’ ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Selasa (10/3/2026). (IF/WD)

