PASURUAN, DIALOGMASA.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa di Gedung Anisah Foundation, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kaderisasi yang dilaksanakan oleh para legislator PKB, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai perjuangan para kiai dan arah politik kebangsaan.
Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil II Jawa Timur, Dra. Anisah Syakur, M.Ag., yang hadir dan memberikan pembekalan, menegaskan bahwa perjuangan PKB berakar dari cita-cita dan kehendak para ulama.
“PKB lahir bukan karena ambisi politik, tapi karena kehendak politik para kiai untuk menjaga arah bangsa,” ujar Anisah di hadapan para peserta.

Ia juga menceritakan perjalanan pribadinya yang semula berprofesi sebagai guru sebelum akhirnya diminta oleh para kiai untuk terjun ke dunia politik.
“Saya sendiri masuk ke politik bukan karena keinginan pribadi. Sejak dulu saya guru, namun dalam perjalanan, para kiai menghendaki saya untuk ikut berjuang melalui jalur politik,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah materi penting, antara lain kebangsaan dan cinta tanah air, artikulasi perjuangan politik PKB, perjuangan NU dalam menegakkan Aswaja dan NKRI, siyasah dan manhaj kenegaraan NU, analisis peta kawan dan lawan politik, tata kelola sumber daya, hingga sanad perjuangan ulama Nusantara.
Melalui materi tersebut, para peserta didorong memahami politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk menegakkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.
Dalam sesi materi kebangsaan, Anisah menegaskan konsistensi PKB dalam memperjuangkan perdamaian dunia.
“Alhamdulillah, PKB selalu konsisten bersama bangsa Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia, termasuk perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Beberapa hari lalu terjadi gencatan senjata di Palestina, dan itu menjadi kabar yang sangat melegakan,” tuturnya.
Capaian Konkret Perjuangan PKB
Selain menanamkan nilai perjuangan, kegiatan ini juga menampilkan berbagai capaian nyata PKB di bidang legislasi dan kebijakan publik. Di antaranya:
- UU Desa (Rp539 triliun sejak 2015)
- UU Pesantren (pengakuan formal negara terhadap pesantren)
- BLK Komunitas (3.700 unit dengan anggaran triliunan rupiah)
- Hari Santri Nasional
- Penolakan Full Day School
- APBN Pro-Madrasah (Rp75,49 triliun pada 2024)
- Reforma Agraria dan Redistribusi Tanah
- UU Perlindungan PMI, Penyandang Disabilitas, Zakat, RUU PPRT, dan Perlindungan Nelayan.
Politik Sesuai Nilai Bangsa dan Agama
Menutup materi, Anisah menegaskan bahwa PKB tidak menolak modernisasi, selama sejalan dengan nilai-nilai bangsa dan ajaran agama.
“PKB tidak menolak modernisasi selama hal itu tidak berlawanan dengan nilai bangsa Indonesia dan aturan agama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, PKB berharap lahir kader-kader yang memahami politik sebagai ladang pengabdian, meneruskan perjuangan para kiai, dan berkomitmen menjaga arah bangsa sesuai nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (AL/WD)

