Selaras dengan Program Kemendiktisaintek, ITB Yadika Bantu Desa Kembangkan Produk Lokal

gayuh
3 Min Read

Selaras dengan Program Kemendiktisaintek, ITB Yadika Bantu Desa Kembangkan Produk Lokal

gayuh
3 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berperan sebagai penggerak inovasi daerah. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam mengembangkan potensi lokal.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, ITB Yadika Pasuruan menjadi salah satu kampus yang telah menjalankan program serupa. Kampus ini aktif membantu pengembangan produk lokal melalui kerja sama dengan pemerintah desa di Kabupaten Pasuruan.

Rektor ITB Yadika Pasuruan, Anis Nusron, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadikan Desa Rombo Wetan, Kecamatan Rembang, sebagai desa binaan. Melalui kerja sama tersebut, kampus membantu promosi produk unggulan desa, salah satunya mangga alpukat yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.

“Kami mendampingi pemerintah desa dalam mempromosikan produk lokal seperti mangga alpukat. Harapannya, produk ini bisa dikenal lebih luas dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Anis.

Selain pendampingan desa, ITB Yadika Pasuruan juga menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan menengah. “Kami diundang oleh SMK Negeri Rembang untuk memberikan pelatihan Business Model Canvas dan strategi bisnis bagi para siswa,” lanjutnya.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk implementasi kebijakan Kemendiktisaintek yang mendorong kampus berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Dari sisi akademik, ITB Yadika Pasuruan juga menerapkan PKL mandiri dan MBKM mandiri melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan. Program ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja sekaligus mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Dalam hal penjaminan mutu, kampus memiliki Badan Penjaminan Mutu (BPM) yang memastikan setiap kegiatan akademik berjalan sesuai standar nasional. ITB Yadika juga menjalin kemitraan dengan universitas berakreditasi lebih tinggi untuk memperkuat penelitian dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Meski begitu, Anis mengakui masih ada tantangan dalam pelaksanaan program. “Kegiatan seperti KKN atau kerja sama dengan desa sering terkendala pendanaan. Sebagian kegiatan baru bisa berjalan setelah mendapatkan hibah pengabdian masyarakat,” jelasnya.

Melalui program Kemendiktisaintek yang mendorong kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, perguruan tinggi diharapkan semakin berperan aktif dalam memperkuat inovasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.(FZ/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×