Siap Adopsi Teknologi Insinerator, Pemkab Pasuruan Serius Tangani Sampah TPA Wonokerto

gayuh
2 Min Read

Siap Adopsi Teknologi Insinerator, Pemkab Pasuruan Serius Tangani Sampah TPA Wonokerto

gayuh
2 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bergerak cepat menanggapi persoalan serius pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Langkah konkret pun mulai disiapkan, salah satunya dengan mengadopsi teknologi insinerator sebagai solusi penanganan sampah yang lebih efektif.

Peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi pemicu percepatan langkah ini. Pasalnya, tata kelola TPA dinilai kurang optimal dan berisiko tinggi akibat over dumping—penumpukan sampah yang sudah tidak terkendali.

Selama ini, Pemkab Pasuruan mencoba memanfaatkan gas metana sebagai solusi pengolahan sampah. Namun, pendekatan tersebut dianggap tidak efisien, terlalu mahal, dan rumit untuk diterapkan dalam skala besar.

Menanggapi hal itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan bahwa pihaknya segera mengambil langkah cepat dan terukur.

“Kami memang mendapat warning dari KLHK. Ini jadi motivasi untuk segera berbenah. Pemanfaatan gas metan selama ini memang belum optimal—biayanya mahal, hasilnya pun belum maksimal,” ujar Rusdi saat dikonfirmasi, Jumat (01/08).

Sebagai solusi, Pemkab Pasuruan akan mengadopsi sistem insinerator, seperti yang telah diterapkan di Kota Bandung. Teknologi ini mampu memangkas volume sampah secara signifikan dengan cara pembakaran pada suhu tinggi dalam sistem yang terkendali.

“Jika perencanaan ini berjalan baik, target kita adalah zero waste. Sampah tidak hanya dibuang, tapi benar-benar diolah hingga habis,” tegas politisi dari Partai Gerindra tersebut.

Meski demikian, Rusdi menekankan bahwa teknologi saja tidak cukup. Menurutnya, akar persoalan justru berada di hulu, yakni rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah secara benar.

“Kita terus mengolah sampah yang menumpuk, tapi belum ada perubahan perilaku masyarakat. Padahal kuncinya ada di sana,” jelasnya.

Untuk itu, selain membenahi infrastruktur di TPA, Pemkab juga akan memperkuat edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Perubahan pola pikir dan kebiasaan publik dinilai menjadi kunci penting menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

(Abi/Wj)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×