Sistem Baru Pendataan Madrasah Belum Optimal, Potensi Cairnya TPG Jelang Lebaran Terhambat

Diary Warda
2 Min Read

Sistem Baru Pendataan Madrasah Belum Optimal, Potensi Cairnya TPG Jelang Lebaran Terhambat

Diary Warda
2 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com — Sejumlah operator madrasah termasuk di Kabupaten Pasuruan mengaku masih melakukan penyesuaian terhadap sistem pendataan baru yang diterapkan Kementerian Agama. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), terutama menjelang Lebaran tahun ini.

Salah satu operator madrasah di Pasuruan, Muhammad, mengatakan sistem baru tersebut masih dalam tahap adaptasi di lapangan.

“Masih repot, banyak error mas. Tapi ya tetap dijalani mau gimana lagi,” ujarnya kepada media, Senin (23/02/26).

Ia menyebut, pergantian sistem membuat operator harus melakukan pembaruan data dari awal. Menurutnya, sebagian data lama juga masih muncul di aplikasi baru sehingga memerlukan verifikasi ulang.

“Sistemnya ganti baru lagi mas jadi harus kerja dari awal lagi. Bahkan data yang lama itu muncul di aplikasi yang baru itu juga bikin jengkel banyak operator,” katanya.

Sejumlah operator juga menyampaikan bahwa terdapat data yang belum sepenuhnya diperbarui, termasuk data kepala sekolah maupun guru yang sudah tidak aktif namun masih tercatat dalam sistem.

Kondisi tersebut, menurut para operator, berpotensi memperlambat proses administrasi yang menjadi bagian dari tahapan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bulan ini. Mereka khawatir pencairan tunjangan tidak dapat dilakukan sebelum Lebaran apabila proses aktivasi belum selesai.

Para operator madrasah memberikan sejumlah saran kepada pemangku kebijakan, di antaranya agar penerapan sistem baru dilakukan pada semester mendatang. Semester berjalan, menurut mereka, dapat dimanfaatkan untuk pematangan dan sinkronisasi data. Untuk sementara, mereka mengusulkan penggunaan sistem sebelumnya agar layanan administrasi tetap berjalan stabil.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Bustanul Arifin, membenarkan adanya sistem baru yang sedang diterapkan.

“Bukan suka error, tapi memang karena baru, konco-konco (teman-teman) operator masih butuh penyesuaian,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa proses adaptasi tidak dapat berlangsung secara instan. Hingga saat ini, menurutnya, jumlah lembaga yang telah melakukan aktivasi masih terbatas.

“Iya betul, yang aktivasi saja baru 10 lembaga dari ribuan,” katanya.

Pihaknya menyatakan proses pendampingan dan penyesuaian terus dilakukan agar sistem dapat berjalan optimal dan tidak menghambat layanan administrasi madrasah. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×