Temui Mensos, Bupati Pasuruan Upayakan Program Penanggulangan Kemiskinan Tepat Sasaran

Diary Warda
2 Min Read

Temui Mensos, Bupati Pasuruan Upayakan Program Penanggulangan Kemiskinan Tepat Sasaran

Diary Warda
2 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com – Upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Pasuruan mendapat dorongan baru. Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menemui Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kamis (5/3/2026).

Pertemuan itu membahas sinkronisasi sejumlah program prioritas pemerintah pusat. Di antaranya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), program Sekolah Rakyat, serta optimalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos).

Mensos Saifullah Yusuf menilai persoalan utama penanggulangan kemiskinan selama ini terletak pada ketidakakuratan data. Akibatnya, banyak warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan justru tidak terjangkau program pemerintah.

“Banyak orang yang sebenarnya sedang kesulitan, tetapi tidak terdeteksi karena tidak masuk dalam data. Ada santri yang kesulitan biaya operasional, ada anak yang belum sekolah. Pemerintah tentu sulit menjangkau jika datanya tidak tersedia,” ujar Gus Ipul.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menegaskan pentingnya penggunaan DTSEN sebagai rujukan tunggal. Ia berharap tidak lagi muncul ego sektoral yang membuat setiap daerah memiliki basis data sendiri-sendiri.

“Sekarang kita menuju data tunggal. Namun data itu harus terus diperbarui secara dinamis melalui SIKS-NG atau aplikasi Cek Bansos,” tambahnya.

Selain pembenahan data, Kementerian Sosial juga mendorong penguatan program Sekolah Rakyat. Program tersebut dirancang sebagai salah satu strategi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan. Program ini dirancang sebagai paket terpadu yang menyasar keluarga miskin agar mendapatkan akses pendidikan sekaligus dukungan sosial lainnya.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program pusat tersebut. Pemkab Pasuruan, kata dia, juga tengah memperkuat sistem pengelolaan data sosial.

“Kami sudah membangun Command Center untuk menyinkronkan data sosial. Lewat sistem ini, kita bisa mengetahui siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan dan siapa yang tidak tepat sasaran,” jelas Rusdi. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×