PASURUAN, DIALOGMASA.com – Pemerintah Kota Pasuruan melakukan penertiban dan pembongkaran puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati trotoar di sepanjang kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan. Penertiban ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas umum bagi pejalan kaki.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Proses penertiban melibatkan petugas gabungan dari TNI, Polri, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pasuruan.
Langkah tegas ini diambil untuk menata kawasan pelabuhan agar lebih tertib, bersih, dan nyaman. Selama ini, keberadaan lapak PKL di atas trotoar dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta menimbulkan kesan semrawut di salah satu kawasan strategis kota.
Sebelum dilakukan penertiban, Pemerintah Kota Pasuruan telah berulang kali memberikan peringatan dan imbauan secara persuasif kepada para pedagang. Namun karena tidak diindahkan, penertiban akhirnya dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan.
Wali Kota Pasuruan menegaskan bahwa penataan kawasan pelabuhan bukan semata untuk kepentingan estetika, melainkan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menyediakan ruang publik yang aman dan layak bagi masyarakat.
“Penertiban ini bukan untuk mematikan usaha kecil, tetapi untuk menegakkan aturan demi kepentingan bersama. Kami berharap ke depan para PKL bisa lebih tertib dan memanfaatkan lokasi berjualan yang telah disediakan,” tegas Mas Adi Wibowo.
Pemerintah Kota Pasuruan juga mengimbau para pedagang agar mematuhi ketentuan tata ruang dan tidak kembali berjualan di atas trotoar. Penertiban dilakukan untuk memberikan hak yang sama kepada seluruh masyarakat, khususnya pejalan kaki, agar dapat menggunakan fasilitas umum dengan aman dan nyaman.
“Kegiatan ini dilakukan agar hak masyarakat lainnya, terutama pejalan kaki, tidak terganggu,” terangnya.
Ke depan, penataan kawasan pelabuhan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya wajah Kota Pasuruan yang lebih tertib dan representatif.
“Kawasan pelabuhan merupakan salah satu etalase Kota Pasuruan yang harus ditata bersama,” pungkasnya. (Al/Wj)

