ARTIKEL, DIALOGMASA.com – Diadaptasi dari konten TikTok @abieall dijelaskan bahwa kata “dibutuhkan” sering disalahartikan. Banyak orang mengira membuat orang lain bergantung adalah bentuk nilai diri. Padahal, ada perbedaan tipis namun sangat penting antara memiliki nilai dan memanipulasi emosi orang lain.
Versi yang sehat adalah membuat orang membutuhkan kita karena kehadiran kita bernilai, bukan karena permainan psikologis murahan. Berikut tujuh prinsip yang dijelaskan, disajikan kembali dalam bentuk artikel reflektif.
- Menjadi Pribadi yang Membawa Solusi
Pada dasarnya, orang membutuhkan mereka yang mampu membantu menyelesaikan masalah, bukan yang ikut memperkeruh keadaan. Dalam situasi sulit, orang tidak mencari teman panik atau teman mengeluh, tetapi sosok yang tenang, mampu berpikir jernih, dan menawarkan jalan keluar.
Semakin sering seseorang hadir sebagai tempat berpulang saat masalah datang, semakin tinggi nilai keberadaannya di mata orang lain.
- Memiliki Keahlian yang Langka dan Dibutuhkan
Sikap ramah dan humor memang menyenangkan, tetapi itu belum cukup. Nilai sejati muncul ketika seseorang memiliki keterampilan yang tidak semua orang miliki namun banyak orang perlukan, seperti kemampuan desain, penjualan, komunikasi dan negosiasi, teknologi, atau menjelaskan hal rumit dengan cara sederhana.
Orang tidak membutuhkan kita karena rasa kasihan, melainkan karena kita berguna. Di situlah posisi yang sulit tergantikan mulai terbentuk.
- Tidak Selalu Tersedia Setiap Saat
Ketersediaan tanpa batas sering kali justru menurunkan nilai diri. Ketika seseorang selalu ada selama dua puluh empat jam tanpa jeda, kehadirannya perlahan dianggap biasa.
Memiliki kesibukan, prioritas, dan jarak yang sehat membuat orang lain belajar menghargai waktu dan kehadiran kita. Nilai sering kali muncul dari sesuatu yang tidak selalu mudah diakses.
- Menjadi Pendengar yang Membuat Orang Merasa Dipahami
Banyak orang mendengar hanya untuk menunggu giliran berbicara. Sangat sedikit yang benar-benar hadir untuk memahami.
Mendengarkan tanpa menghakimi, mengingat detail cerita, dan memberikan respons yang relevan membuat orang merasa aman. Rasa nyaman ini menciptakan keterikatan emosional yang sehat, bukan ketergantungan yang rapuh.
- Konsisten, Bukan Sekadar Baik di Awal
Kebaikan sesaat mudah ditemukan, tetapi konsistensi adalah hal yang langka. Ketika ucapan sejalan dengan tindakan dan sikap tetap stabil dalam jangka panjang, kepercayaan pun tumbuh secara alami.
Pada titik ini, orang akan berpikir bahwa jika ada sosok tersebut, urusan biasanya dapat diselesaikan dengan baik. Kepercayaan merupakan bentuk kebutuhan jangka panjang yang paling kuat.
- Memiliki Kehidupan yang Menarik di Luar Relasi
Paradoksnya, orang justru lebih tertarik pada mereka yang tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. Memiliki tujuan hidup, proses belajar, proyek, atau mimpi membuat seseorang terlihat berkembang dan mandiri.
Kemandirian inilah yang membuat kehadiran terasa bernilai, bukan menempel atau membebani.
- Membuat Orang Merasa Lebih Baik Tentang Dirinya
Inilah inti dari keseluruhan prinsip. Orang akan selalu kembali kepada mereka yang membuatnya merasa dihargai, dipercaya, didukung, dan mampu.
Jika setelah berinteraksi dengan kita seseorang merasa lebih percaya diri dan lebih kuat secara mental, maka secara alami ia akan kembali mencari kehadiran kita.
Penutup
Seperti yang disampaikan dalam konten TikTok abieall, tujuan utama bukanlah membuat orang membutuhkan kita karena kelemahan mereka. Justru sebaliknya, karena kita membawa nilai, rasa aman, dan solusi.
Ini bukan bentuk manipulasi, melainkan kualitas diri. Dan kualitas seperti inilah yang membuat seseorang sulit tergantikan. (Red)

