Kesenian Ojung, Bentuk Syukur atas Anugerah Rezeki dari Yang Maha Kuasa

Diary Warda
2 Min Read

Kesenian Ojung, Bentuk Syukur atas Anugerah Rezeki dari Yang Maha Kuasa

Diary Warda
2 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com — Tradisi Ojung menjadi kegiatan tahunan yang rutin digelar warga Dusun Dieng, Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga merupakan bagian dari ritual untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, baik sebagai ungkapan syukur maupun permohonan, seperti saat terjadi musibah, kekeringan, atau wabah penyakit.

Tokoh masyarakat setempat, H. Slamet, saat ditemui awak media pada Senin (27/10), menjelaskan bahwa tradisi Ojung merupakan warisan leluhur yang hingga kini masih dilestarikan masyarakat Desa Jerukpurut, khususnya ketika menggelar syukuran atau selamatan desa.

“Sejarah awal Ojung adalah ritual warga saat bermunajat meminta hujan. Para leluhur menggelar kesenian ini sebagai bentuk doa dan harapan agar Tuhan menurunkan rahmat-Nya,” jelasnya.

Pada masa lampau, tidak semua warga bisa ikut serta dalam pertunjukan Ojung — yang dikenal juga sebagai adu jali, yakni saling memukul tubuh dengan rotan secara bergantian. Pesertanya umumnya memiliki keahlian khusus dan kemampuan kanuragan, sehingga tubuh mereka tidak mudah terluka meski terkena sabetan rotan.

Sebelum pertunjukan Ojung digelar, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan ritual “sedekah bumi”, yaitu membawa hasil panen untuk dibagikan kepada warga luar desa. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Warga yang membawa ancak untuk sedekah bumi tidak boleh memakannya sendiri, melainkan harus diberikan kepada orang luar desa,” ujar H. Slamet.

Pertunjukan Ojung sendiri berlangsung seperti pertandingan bela diri. Bedanya, para pemain tidak mengenakan baju dan menggunakan rotan sebagai alat bertarung. Mereka dituntut memiliki kelincahan dan ketangkasan untuk menghindari serangan lawan.

“Selain butuh keberanian dan kelincahan, pemain juga harus menguasai teknik bertahan dan menyerang. Siapa yang lebih banyak terkena pukulan akan dinyatakan kalah,” tambahnya.

Kesenian Ojung hingga kini tetap menjadi simbol kebersamaan, keberanian, dan rasa syukur masyarakat Jerukpurut atas anugerah alam serta rezeki yang diberikan Tuhan.

(abi/wj)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×