Momentum Hari Ibu, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan: Perempuan adalah Pilar Peradaban

gayuh
3 Min Read

Momentum Hari Ibu, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan: Perempuan adalah Pilar Peradaban

gayuh
3 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com — Dalam momentum Hari Ibu, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, *Vita Suci Rahayu, menyampaikan pesan mendalam tentang peran strategis perempuan dalam memperkuat demokrasi, pemberdayaan ekonomi, serta ketahanan sosial keluarga.

Tidak hanya sebagai pemimpin lembaga pengawas pemilu, Vita adalah sosok ibu dari lima anak yang telah lama berkiprah dalam pemberdayaan perempuan.

Sebelum memimpin Bawaslu Kota Pasuruan, Vita telah mengabdikan diri pada isu pemberdayaan kaum perempuan melalui Program “Jalan Lain Menuju Sejahtera – Program Feminisasi Kemiskinan Provinsi Jawa Timur” sejak tahun 2014–2019.

Perjalanan tersebut menghantarkannya memahami secara langsung bagaimana perempuan sering menjadi pihak yang paling terdampak kemiskinan, namun juga memiliki kekuatan paling besar untuk bangkit.

Tidak berhenti pada aktivitas sosial, Vita juga menjadi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) bidang sulam dan bordir dengan brand *Miyshaide, yang tidak hanya berfokus pada kreativitas produk fashion craft, tetapi juga memberdayakan pekerja perempuan agar memiliki kemandirian ekonomi.

*“Bagi saya, pemberdayaan perempuan bukan slogan. Itu perjalanan hidup. Perempuan sering ditempatkan sebagai objek kebijakan, padahal mereka memiliki kekuatan besar untuk menjadi subjek perubahan,” tegas Vita.

Di dunia kepemiluan, Vita juga bukan pendatang baru. Kariernya dibangun dari bawah, dimulai dari PPS, PPK, Panwascam, hingga akhirnya dipercaya sebagai Ketua Bawaslu Kota Pasuruan. Pengalaman panjang ini membentuk komitmennya bahwa perempuan harus hadir dalam ruang demokrasi sebagai pengambil keputusan, pengawas, sekaligus penegak integritas pemilu.

“Saya percaya, perempuan bukan hanya penonton demokrasi, tetapi penjaganya. Kehadiran perempuan dalam pengawasan pemilu memastikan proses politik berjalan lebih manusiawi, adil, dan berintegritas,” ujarnya.

Di tengah kesibukan sebagai pimpinan lembaga negara, Vita tetap menjalankan peran domestik sebagai istri dan ibu dari lima anak. Ia menegaskan bahwa menjadi ibu bukan penghalang perempuan untuk berkarya, tetapi justru sumber energi perjuangan.

“Saya ingin membuktikan bahwa ibu rumah tangga bukan status yang membatasi. Justru dari rumah saya belajar manajemen waktu, ketangguhan mental, dan keikhlasan. Semua itu saya bawa dalam kepemimpinan saya hari ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan Hari Ibu ini, Vita mengajak seluruh perempuan Pasuruan untuk percaya diri, berdaya, dan terus bergerak maju.

“Hari Ibu bukan hanya perayaan kasih sayang. Hari Ibu adalah pengingat bahwa perempuan adalah pilar peradaban. Mari kita terus berdaya, berani mengambil peran, dan memberi kontribusi terbaik bagi bangsa,” pesannya.

Dengan rekam jejak yang panjang dalam advokasi perempuan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan demokrasi, Vita Suci Rahayu menjadi salah satu sosok inspiratif di Kota Pasuruan—membuktikan bahwa ibu, pegiat sosial, pelaku usaha, dan pemimpin publik dapat bersatu dalam satu diri perempuan yang kuat, berintegritas, dan menginspirasi. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×