Rakor MTs Negeri Wilker Malang, Plt Kemenag Pasuruan Dorong Penguatan Literasi Siswa

Diary Warda
2 Min Read

Rakor MTs Negeri Wilker Malang, Plt Kemenag Pasuruan Dorong Penguatan Literasi Siswa

Diary Warda
2 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com – Rapat Koordinasi Rutin Kepala MTs Negeri Wilayah Kerja (Wilker) Malang digelar di Warung Sumringah, Kamis (15/1/26).

Kegiatan yang diikuti seluruh kepala MTs Negeri se-Wilker Malang tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Achmad Shampton, S.HI, M.Ag, serta Kepala MTsN 2 Pasuruan Irvan Fauzi selaku tuan rumah.

Forum koordinasi ini menjadi ajang evaluasi dan sinkronisasi program pendidikan madrasah, sekaligus penguatan peran kepala madrasah dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang kian dinamis.

Dalam arahannya, Achmad Shampton menekankan pentingnya penguatan literasi sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan daya pikir siswa. Menurutnya, kemampuan literasi akan menentukan kualitas generasi madrasah di masa depan.

“Seorang anak harus melek literasi. Dengan literasi yang baik, siswa akan lebih kritis, selektif, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa guru memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pendamping yang mampu mengarahkan perkembangan siswa.

“Sosok guru harus bisa menetralisir berbagai pengaruh terhadap anak. Karena itu harus ada pendampingan yang baik agar mereka tumbuh dengan arah yang benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Achmad menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap peserta didik. Menurutnya, siswa tidak boleh diposisikan sebagai objek semata, melainkan sebagai subjek pendidikan yang harus didampingi sesuai potensi masing-masing.

“Memperlakukan anak tidak sebagai obyek, tetapi sebagai subyek yang harus kita dampingi. Pendekatan yang humanis akan membuat proses belajar lebih bermakna dan efektif,” tambahnya.

Selain itu, ia mendorong setiap madrasah memiliki ciri khas yang menjadi faktor pembeda dengan sekolah umum. Identitas dan keunggulan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan madrasah.

“Madrasah harus mampu menampilkan faktor pembeda, baik dari sisi nilai keagamaan, budaya belajar, maupun kualitas layanan kepada peserta didik,” pungkas Achmad.

Rakor rutin ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-kepala MTs Negeri di Wilker Malang. Melalui koordinasi berkelanjutan, program peningkatan literasi, penguatan peran guru, dan pendampingan siswa diharapkan dapat berjalan lebih terarah demi terwujudnya mutu pendidikan madrasah yang semakin baik. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×