Angpao Lebaran untuk Anak, Positif apa Negatif? Ini Kata Praktisi Pendidikan

Redaktur
3 Min Read

Angpao Lebaran untuk Anak, Positif apa Negatif? Ini Kata Praktisi Pendidikan

Redaktur
3 Min Read

PASURUAN (dialogmasa.com) – Tradisi memberikan angpao atau uang Lebaran kepada anak-anak menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap Hari Raya Idulfitri. Namun, apakah kebiasaan ini lebih banyak membawa manfaat atau justru dampak negatif bagi pendidikan anak?

Berdasarkan survei Parentalk 2024, sebanyak 62% anak menggunakan uang Lebaran untuk membeli mainan, 25% memilih menabung, dan 13% mengalokasikannya untuk sedekah. Lantas bagaimana pandangan para ahli pendidikan mengenai fenomena ini?

Irham Zuhdi, seorang guru sekaligus penulis di Kabupaten Pasuruan, menilai bahwa pemberian angpao memiliki sisi positif dan negatif. Menurutnya, tradisi ini dapat menjadi sarana edukatif bagi anak, tetapi juga berisiko menanamkan pola pikir yang kurang tepat jika tidak disertai dengan bimbingan orang tua.

“Efek positif dan negatif tetap menyertai pemberian uang saat bertamu di Hari Raya,” ujar Irham Zuhdi kepada dialog masa, Senin (31/03).

Adapun dampak Positif menurut Irham antara lain:

1. Mendorong anak untuk mau bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

2. Menjadi bentuk kasih sayang dari orang tua atau orang dewasa kepada anak-anak.

3. Mengajarkan anak untuk berbagi dan memahami pentingnya memberi.

4. Uang yang diterima bisa dimanfaatkan untuk membeli sesuatu yang bermanfaat, seperti buku atau perlengkapan sekolah.

Sedangkan dampak Negatif ialah:

1. Berisiko menanamkan kebiasaan buruk, di mana anak hanya ingin bersilaturahmi demi mendapatkan uang, bukan karena nilai kebersamaan itu sendiri.

2. Jika tidak diawasi, uang yang diperoleh bisa digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat, seperti membeli petasan atau barang konsumtif lainnya.

Irham menekankan bahwa tradisi angpao Lebaran tetap bisa menjadi kebiasaan yang baik jika orang tua memberikan edukasi yang tepat kepada anak-anak.

“Orang tua harus mengajarkan anak tentang makna silaturahmi dan cara mengelola uang dengan bijak, agar mereka tidak hanya sekadar menerima dan menghabiskannya begitu saja,” tambahnya.

Dengan adanya bimbingan yang baik dari orang tua, pemberian angpao bisa menjadi sarana pembelajaran finansial bagi anak sejak dini.

Mereka bisa diajarkan untuk menabung, berbagi, dan membelanjakan uang dengan bijak, sehingga tradisi ini tidak hanya menjadi momen berbagi kebahagiaan, tetapi juga sarana edukatif yang berharga.

Diketahui bahwa dalam perkembangannya hal ini sudah menjadi tradisi wajib bahkan dengan bungkus yang beraneka ragam dan dengan uang baru. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×