Mahasiswa KKN STAI Al-Yasini, Kenalkan Rocket Stove untuk Desa Panditan

Diary Warda
3 Min Read

Mahasiswa KKN STAI Al-Yasini, Kenalkan Rocket Stove untuk Desa Panditan

Diary Warda
3 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al-Yasini menggelar sosialisasi lingkungan hidup di Desa Panditan dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan dan akademisi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah rumah tangga, memperkenalkan teknologi tepat guna rocket stove, serta meluncurkan Kotak Pengaduan Masyarakat sebagai sarana aspirasi warga, Kamis (12/2/2026).

Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Pasuruan, Dony Danang, menegaskan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Ia memaparkan kondisi darurat sampah akibat keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Menjaga lingkungan harus dimulai dari skala rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan dampak negatif pembakaran sampah secara terbuka yang mencemari udara serta pentingnya menjaga sumber daya air melalui perilaku hidup bersih dan pengelolaan limbah yang tepat.

Selain pengelolaan sampah, mahasiswa KKN juga memperkenalkan rocket stove atau kompor roket sebagai teknologi tepat guna yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Ibu Arofah, menjelaskan kompor tersebut dirancang untuk memaksimalkan proses pembakaran sehingga penggunaan kayu bakar lebih hemat dan menghasilkan asap lebih sedikit.

Ia menerangkan rocket stove bekerja dengan prinsip insulasi panas dan aliran udara vertikal, sehingga suhu pembakaran lebih tinggi dan kayu terbakar lebih sempurna.

“Dengan pembakaran yang optimal, bahan bakar lebih efisien, minim asap, dan lebih sehat bagi pernapasan, khususnya bagi ibu rumah tangga,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa KKN STAI Al-Yasini, Ainur Rofiqi, mempresentasikan pembentukan Kotak Pengaduan Masyarakat bekerja sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Program ini menjadi sarana penyampaian laporan, kritik, dan saran warga terkait lingkungan, pelayanan publik, serta persoalan sosial di desa.

Ia menegaskan kotak pengaduan tersebut dirancang sebagai instrumen kontrol sosial yang terorganisir dan transparan. Setiap aduan akan direkap dan dikoordinasikan bersama BPD untuk ditindaklanjuti.

“Partisipasi masyarakat harus dipermudah. Suara warga tidak boleh terhambat oleh jarak komunikasi. Melalui kotak pengaduan ini, kami ingin memastikan aspirasi dapat tersampaikan lebih cepat dan ditangani secara transparan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap terbangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan lingkungan sekaligus tercipta budaya dialog yang lebih terbuka antara masyarakat dan pemerintah desa. (Reales)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×