Rupiah Melemah ke Rp 17.000 per Dolar AS, BI Kerahkan Upaya Intervensi

Diary Warda
2 Min Read

Rupiah Melemah ke Rp 17.000 per Dolar AS, BI Kerahkan Upaya Intervensi

Diary Warda
2 Min Read

BREAKING NEWS, DIALOGMASA.com – Pada perdagangan awal pekan ini (9/3/26), KURS rupiah sempat melemah dan anjlok hingga menembus Rp 17.000 per dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah ini terjadi seiring meningkatnya sentimen risk off di pasar global.

Lukman Leong, selaku analis mata uang dari Doo Financial Futures menyebut bahwa melemahnya nilai tukar ini disebabkan atas kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan tajam harga minyak mentah.

Lebih lanjut, Lukman Leong juga menilai bahwa melemahnya rupiah ini masih terbilang wajar karena tidak hanya dialami oleh mata uang domestik saja.

“Wajar, mengingat semua mata uang regional dan mata uang utama dunia melemah cukup tajam terhadap dolar AS. Pemicunya dari sentimen risk off yang memburuk,” ujar Lukman, Senin (9/3/2026).

Selain mata uang Rupiah, nilai tukar lain yang diketahui melemah, yaitu:

  • Peso (Filipina) – anjlok 1,03%
  • Baht (Thailand) – anjlok 0,77%
  • Won (Korea) – anjlok 0,61%
  • Ringgit (Malaysia) – anjlok 0,43%
  • Dolar (Singapura) – anjlok 0,39%
  • Yuan (China) – anjlok 0,24%
  • Dolar (Taiwan) – anjlok 0,62%
  • Yen (Jepang) – anjlok 0,62%

Pemicu sentimen risk off yang kian memburuk tersebut adalah lonjakan harga minyak yang menembus level US$ 110 per barel. Akibatnya, hal ini menimbulkan kekhawatiran atas munculnya dampak yang lebih besar terhadap perekonomian global. Bahkan, tidak menutup kemungkinan hal ini bisa mendorong inflasi yang semakin tinggi.

Kondisi inilah yang akhirnya membuat pelaku pasar mulai mengalihkan asetnya ke dolar Amerika Serikat (AS) karena dianggap lebih aman. Sehingga, dampak dari peralihan aset tersebut adalah nilai tukar mata uang di negara lain yang mulai tertekan, termasuk rupiah.

Tak tinggal diam, Bank Indonesia (BI) mengambil upaya intervensi guna membantu agar nilai tukar rupiah tidak melemah lebih dalam. Dari upaya BI tersebut, dalam waktu dekat perkiraan KURS berkisar di Rp 16.900 – Rp 17.150 per dolar AS.

Melihat kondisi ini, pelaku pasar masih terus mengamati perkembangan sentimen global. Fokus utamanya ada pada pergerakan harga minyak dan arah kebijakan bank sentral yang disinyalir dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar. (IF/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×