Dari Nongkrong Jadi Peternakan Puyuh, Wakil Rakyat Pasuruan Dorong Warga Ciptakan Lapangan Kerja Sendiri

Diary Warda
4 Min Read

Dari Nongkrong Jadi Peternakan Puyuh, Wakil Rakyat Pasuruan Dorong Warga Ciptakan Lapangan Kerja Sendiri

Diary Warda
4 Min Read

PASURUAN, DIALOGMASA.com — Wakil rakyat di DPRD Kabupaten Pasuruan, Bambang Yuliantoro Putro atau yang akrab disapa Baros, membuktikan bahwa usaha produktif bisa lahir dari kebiasaan sederhana. Berawal dari nongkrong dan ngopi bersama teman-temannya, Baros kini mengembangkan usaha peternakan burung puyuh yang tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan warga desa.

Baros yang merupakan warga asli Desa Ampelsari, Kecamatan Paspan, Kabupaten Pasuruan, mulai merintis peternakan burung puyuh tersebut sejak Januari 2026. Namun, proses persiapannya telah dilakukan sejak tahun sebelumnya, terutama dalam pembuatan kandang yang ia rancang dan rakit sendiri bersama empat rekannya.

“Awalnya kami sering nongkrong tiap malam, ngopi saja. Akhirnya kepikiran, masa nongkrong terus tapi nggak ada manfaatnya. Dari situ muncul ide usaha sampingan, dan kami memilih burung puyuh,” ujar Baros kepada dialogmasa, Senin (9/2/26).

Menurutnya, burung puyuh dipilih karena biaya ternaknya relatif murah, perawatannya mudah, dan tidak membutuhkan lahan luas. Saat ini, kandang yang ia miliki diisi sekitar 1.000 ekor burung puyuh, dengan sistem 25 ekor per kotak dan total 40 kotak kandang.

“Kandang ini satu garis saja sudah bisa menampung seribu ekor. Cocok untuk lahan sempit di desa,” jelasnya.

Dalam memulai usaha ternak puyuh, Baros menekankan pentingnya persiapan kandang sebagai langkah awal. Setelah itu, pemilihan bibit menjadi faktor krusial. Ia mengaku belajar langsung dari saudaranya di Kecamatan Tutur yang lebih dulu menekuni usaha serupa.

“Kriteria bibit yang sehat itu bobotnya di atas satu ons saat bulan pertama. Selain itu, pakan dan obat-obatan juga harus disiapkan, termasuk vitamin untuk menjaga daya tahan puyuh,” katanya.

Lebih dari sekadar usaha pribadi, Baros memiliki visi sosial dalam peternakan ini. Ia ingin usaha puyuh menjadi alternatif lapangan kerja bagi warga Desa Ampelsari dan sekitarnya, terutama bagi anak muda yang kesulitan mencari pekerjaan.

“Fenomena di desa kami banyak anak muda bingung cari kerja, melamar ke sana ke sini. Saya berpikir, kenapa nggak kita ciptakan pekerjaan sendiri saja?” ujarnya.

Baros berencana, setelah satu tahun masa belajar, akan mulai mengajak warga untuk terlibat. Skema kerja sama pun fleksibel, mulai dari mandiri hingga sistem bagi hasil.

“Kalau ada yang punya lahan tapi nggak punya modal, bisa kerja sama. Bisa setor telur ke saya, nanti pakan saya suplai. Semua bisa dibicarakan,” jelasnya.

Dalam perjalanannya, Baros tak menutup mata terhadap berbagai kendala dalam beternak makhluk hidup. Burung puyuh, menurutnya, rentan mengalami stres, kaget oleh suara bising, hingga penyakit akibat tingginya amonia dari kotoran.

“Untuk mencegah puyuh kaget, di kandang kami pasang suara radio 24 jam. Kebersihan juga penting, kotoran dibersihkan setiap pagi dan disemprot desinfektan rutin seminggu dua kali,” ungkapnya.

Sirkulasi udara juga menjadi perhatian utama agar kandang tidak pengap. Sementara itu, kendala yang paling sulit dihindari adalah puyuh yang terjepit di sela-sela jalur telur, yang kerap menyebabkan kematian.

“Ini masih jadi bahan evaluasi kami. Karena usaha ini juga masih dalam tahap belajar,” tambahnya.

Dari sisi pemasaran, Baros menyebut peluang telur puyuh masih sangat terbuka. Saat ini, kelompok peternak puyuh di wilayahnya baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan pasar Jawa Timur.

“Permintaan masih tinggi. Bahkan sebelum panen besar, sudah banyak pedagang dan warung yang menanyakan harga telur puyuh,” katanya.

Menutup perbincangan, Baros mengajak generasi muda untuk berani berikhtiar dan tidak takut memulai usaha.

“Daripada bingung cari kerja, lebih baik kita ciptakan pekerjaan. Selain dapat penghasilan, kita juga bisa membantu warga sekitar. Soal rezeki, biar Tuhan yang mengatur,” pungkasnya. (AL/WD)

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×