PASURUAN, DIALOGMASA.com – Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan mendorong penguatan sektor pariwisata melalui diversifikasi destinasi agar tidak hanya bergantung pada Gunung Bromo. Ikon wisata nasional tersebut dinilai bisa dimanfaatkan agar menjadi magnet untuk mengangkat potensi wisata lokal lain yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam program podcast Jawara (Jagongan Wakil Rakyat) yang menghadirkan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, yakni Eko Suyono, Hasan Bisri, dan Muhammad Aminuddin, yang digelar di Pasuruan pada Rabu (18/02/2026).
Hasan Bisri menyebutkan bahwa selain Bromo yang merupakan ikon nasional hingga mancanegara, Pasuruan masih memiliki banyak destinasi lain yang bisa dikembangkan secara maksimal.

“Wisata di Kabupaten Pasuruan itu banyak. Kita punya Bromo yang sudah mendunia. Tapi itu harus menjadi wadah untuk memasukkan wisata-wisata lokal lainnya agar ikut terangkat,” ujarnya.
Beberapa destinasi yang disebut antara lain Danau Ranu Grati, Pemandian Alam Banyu Biru, kawasan candi, hingga Taman Safari Prigen dan Kebun Raya Purwodadi.
Revitalisasi dan Dukungan Infrastruktur
Eko Suyono menegaskan, pengelolaan Bromo berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sehingga pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan pendukung agar wisatawan yang masuk melalui jalur Pasuruan semakin meningkat.
Ia menyebut, tahun ini direncanakan revitalisasi kawasan Banyu Biru yang saat ini memasuki tahap (DED) dan ditargetkan segera dilelang. Selain itu, peningkatan keamanan dan infrastruktur juga menjadi perhatian. Program penerangan jalan umum (PJU) terintegrasi CCTV di jalur wisata, termasuk wilayah Pasrepan menuju Tosari, disebut telah memperbaiki persepsi keamanan yang sebelumnya dinilai rawan.
Penataan Harga dan Digitalisasi
Menanggapi keluhan masyarakat terkait variasi harga hotel dan jeep wisata Bromo, Hasan Bisri menjelaskan bahwa paguyuban telah dibentuk untuk standarisasi tarif, sementara perbedaan harga lebih pada fasilitas yang ditawarkan.
Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi sistem tiket wisata. Namun, menurutnya, perlu ada pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem tiket daring agar tidak mengalami kesulitan akses.
Inovasi Wisata dan Penguatan UMKM
Muhammad Aminuddin menilai status internasional Bromo harus dimanfaatkan sebagai “pancingan” untuk memasarkan destinasi lain seperti wisata candi, air terjun, hingga wisata kuliner.
Selain itu, Hasan Bisri mengusulkan pengembangan wisata trail dan ATV di kawasan pegunungan Pasuruan, mencontoh konsep yang berkembang di Dieng. Menurutnya, potensi jalur alam di Pasuruan sangat memungkinkan untuk dikemas menjadi wisata minat khusus.
Di sektor ekonomi kreatif, DPRD juga mendorong penataan sentra UMKM dan oleh-oleh agar lebih terintegrasi di sepanjang jalur wisata. Produk khas seperti Tempe Purwodadi, Lempuk Grati dan produk khas kecamatan lain diharapkan bisa dipusatkan dalam satu kawasan oleh-oleh strategis.
Eko Suyono menambahkan, aset milik Pemkab di wilayah Pohgading, Pasrepan, yang saat ini belum optimal, sangat bisa dikembangkan menjadi rest area sekaligus pusat oleh-oleh untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Harapan Lima Tahun ke Depan
Dalam lima tahun ke depan, para anggota dewan berharap terjadi peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan serta lahirnya destinasi baru yang mampu berskala nasional. Penyeragaman dan penguatan branding UMKM juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
“Pariwisata bukan hanya soal kebanggaan daerah, tetapi bagaimana ia mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya,” demikian pesan penutup dalam diskusi tersebut sebagaiman dikutip dari closing pembawa acara. (AL/WD)

