Pemimpin Tertinggi Iran Gugur, Kaum Mustadh’afin Kehilangan

Diary Warda
2 Min Read

Pemimpin Tertinggi Iran Gugur, Kaum Mustadh’afin Kehilangan

Diary Warda
2 Min Read

SUDUT PANDANG, DIALOGMASA.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ayatollah Ali Khamenei telah berpulang sebagai syahid. Bukan hanya Republik Islam Iran atau dunia Islam yang kehilangan tokoh kharismatik, tetapi juga kaum mustadh’afin (kaum tertindas) di berbagai penjuru dunia.

Bagi penulis, Imam Ali Khamenei merupakan figur spiritual yang membawa misi keadilan sosial. Ia berupaya mengintegrasikan kesalehan individu dengan tanggung jawab sosial untuk membebaskan umat dari penindasan politik, ekonomi, dan sosial.

Sosoknya dipandang sebagai simbol perlawanan global serta pembela keadilan yang berani menentang dominasi kekuatan besar (mustakbirin).

Visi Khamenei tidak terbatas pada Iran, melainkan mencakup solidaritas lintas bangsa. Ia bercita-cita menyatukan mereka yang tertindas tanpa memandang ras, warna kulit, maupun latar belakang etnis.

Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa Islam tidak memberi ruang bagi rasisme. Nilai seseorang, menurutnya, ditentukan oleh ketakwaan, bukan identitas rasial.

Khamenei juga memberikan perhatian besar terhadap perjuangan Palestina sebagai bagian dari komitmennya membela kaum mustadh’afin global. Ia menggagas Hari Quds sebagai momentum persatuan umat Islam dalam menentang penindasan.

Secara personal, Khamenei dipandang sebagai sosok yang memadukan spiritualitas dan aksi politik. Ia dikenal dengan gaya hidup sederhana serta kewibawaan moral yang kuat, sehingga memiliki pengaruh luas dan diikuti oleh banyak kalangan.

Penulis: Lujeng Sudarto, Pemikir Pasuruan.

Leave a Comment
error: Content is protected !!
×

 

Hallo Saya Admin Dialogmasa !

Jika Ada Saran, Kritikan maupun Keluhan yuk jangan Sungkan Untuk Chat Kami Lewat Pesan Pengaduan Dibawah ini Ya 

×